ngawi-ngawi.desa.id- Pengajian rutin Desa Ngawi kembali digelar pada Selasa, 4 Mei 2026 bertempat di mushola kantor Desa Ngawi. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 pesertayang berasal dari lima dusun, yaitu Dusun Jetis, Dusun Ngawi, Dusun Banjar, Dusun Blandongan, dan Dusun Ngantru. Kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah ini menunjukkan semangat kebersamaan dan antusiasme warga Desa Ngawi dalam menimba ilmu agama.
Pengajian kali ini menghadirkan Ibu Selfi sebagai pemateri. Beliau menyampaikan kajian bertema “Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari”, yang diambil dari Surat Al-Ahqaf ayat 15. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa rasa syukur tidak hanya sebatas ucapan “Alhamdulillah”, namun diwujudkan melalui menjaga amanah yang Allah titipkan.
Ibu Selfi mencontohkan, setiap manusia diberi mata oleh Allah SWT untuk melihat. Namun orang beriman wujud syukurnya bukan hanya dengan melihat, tetapi memilih untuk melihat hal-hal yang baik, bukan yang mendatangkan dosa atau kelalaian. Syukur kepada Allah harus tampak dalam sikap, perilaku, dan penggunaan nikmat yang sesuai dengan perintah-Nya.
Dalam kajiannya, beliau juga menjelaskan bahwa amal manusia terbagi menjadi dua, yaitu amal yang diridhoi Allah dan amal yang tidak diridhoi Allah. Amal yang tidak diridhoi Allah adalah amal salah, seperti perbuatan mencuri dan segala bentuk kemaksiatan lainnya. Sementara itu, amal saleh pun dapat terbagi menjadi dua:
1. Amal saleh yang diridhoi Allah, yaitu amal yang dilakukan dengan ikhlas dan benar.
2. Amal saleh yang tidak diridhoi Allah, yaitu amal baik namun dinodai oleh niat buruk, misalnya sholat yang dilakukan dengan riya atau ingin dipuji manusia.
Melalui pengajian ini, masyarakat diingatkan untuk terus memperbaiki niat, memperkuat iman, dan mempergunakan nikmat Allah dengan sebaik-baiknya sebagai wujud rasa syukur yang sesungguhnya.
Kegiatan berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan. Warga Desa Ngawi berharap pengajian rutin seperti ini terus berlanjut sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama dalam kehidupan sehari-hari.
ngawi-ngawi.desa.id- Pengajian rutin Desa Ngawi kembali digelar pada Selasa, 4 Mei 2026 bertempat di mushola kantor Desa Ngawi. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 pesertayang berasal dari lima dusun, yaitu Dusun Jetis, Dusun Ngawi, Dusun Banjar, Dusun Blandongan, dan Dusun Ngantru. Kehadiran masyarakat dari berbagai wilayah ini menunjukkan semangat kebersamaan dan antusiasme warga Desa Ngawi dalam menimba ilmu agama.
Pengajian kali ini menghadirkan Ibu Selfi sebagai pemateri. Beliau menyampaikan kajian bertema “Syukur dalam Kehidupan Sehari-hari”, yang diambil dari Surat Al-Ahqaf ayat 15. Dalam penyampaiannya, beliau mengingatkan bahwa rasa syukur tidak hanya sebatas ucapan “Alhamdulillah”, namun diwujudkan melalui menjaga amanah yang Allah titipkan.
Ibu Selfi mencontohkan, setiap manusia diberi mata oleh Allah SWT untuk melihat. Namun orang beriman wujud syukurnya bukan hanya dengan melihat, tetapi memilih untuk melihat hal-hal yang baik, bukan yang mendatangkan dosa atau kelalaian. Syukur kepada Allah harus tampak dalam sikap, perilaku, dan penggunaan nikmat yang sesuai dengan perintah-Nya.
Dalam kajiannya, beliau juga menjelaskan bahwa amal manusia terbagi menjadi dua, yaitu amal yang diridhoi Allah dan amal yang tidak diridhoi Allah. Amal yang tidak diridhoi Allah adalah amal salah, seperti perbuatan mencuri dan segala bentuk kemaksiatan lainnya. Sementara itu, amal saleh pun dapat terbagi menjadi dua:
1. Amal saleh yang diridhoi Allah, yaitu amal yang dilakukan dengan ikhlas dan benar.
2. Amal saleh yang tidak diridhoi Allah, yaitu amal baik namun dinodai oleh niat buruk, misalnya sholat yang dilakukan dengan riya atau ingin dipuji manusia.
Melalui pengajian ini, masyarakat diingatkan untuk terus memperbaiki niat, memperkuat iman, dan mempergunakan nikmat Allah dengan sebaik-baiknya sebagai wujud rasa syukur yang sesungguhnya.
Kegiatan berjalan dengan khidmat dan penuh kehangatan. Warga Desa Ngawi berharap pengajian rutin seperti ini terus berlanjut sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan pemahaman agama dalam kehidupan sehari-hari.