ngawi-ngawi.desa.id- Dusun Ngantru, Desa Ngawi, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, menggelar kegiatan Nyadran atau Bersih Dusun pada Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Sendang Mbah Putri Dusun Ngantru mulai pukul 15.00 WIB tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dihadiri oleh masyarakat setempat dari berbagai kalangan.
Acara Nyadran tahun ini turut dihadiri Kepala Desa Ngawi Eko Budi Sudarmanto beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para sesepuh dusun. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak awal kegiatan. Masyarakat berbondong-bondong datang ke lokasi sendang untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari doa bersama hingga pagelaran kesenian tradisional. Suasana kebersamaan dan gotong royong begitu terasa, mencerminkan semangat persatuan yang masih terjaga dengan baik di tengah perkembangan zaman.
Kegiatan Nyadran Dusun Ngantru tahun ini sepenuhnya didukung melalui dana swadaya masyarakat. Partisipasi warga dalam bentuk tenaga, pikiran, maupun materi menjadi bukti nyata bahwa tradisi ini masih dianggap penting sebagai sarana mempererat hubungan sosial sekaligus menjaga identitas budaya desa.
Salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut adalah masih kentalnya budaya Gambyongan yang ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian acara. Tari Gambyong yang lemah gemulai, anggun, dan penuh keselarasan menjadi simbol penghormatan kepada tamu sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.
Secara filosofis, Gambyongan menggambarkan keharmonisan antara manusia dengan sesama, manusia dengan alam, dan manusia dengan Sang Pencipta. Gerakan yang lembut namun teratur mengajarkan pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan. Dalam konteks Bersih Dusun, filosofi tersebut mengandung pesan bahwa kehidupan masyarakat akan berjalan baik apabila senantiasa menjaga kerukunan, menghormati tradisi, dan merawat lingkungan tempat tinggalnya.
Dari sudut pandang ekonomi, Gambyongan juga mengandung pesan penting tentang produktivitas dan keberlanjutan. Tari ini lahir dan berkembang di lingkungan masyarakat agraris yang menggantungkan hidup pada hasil bumi. Karena itu, Gambyongan menjadi simbol harapan akan kesuburan, kelancaran usaha, serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Pelestarian seni budaya juga berpotensi menjadi daya tarik yang dapat mendukung perkembangan ekonomi lokal melalui sektor seni, budaya, dan pariwisata desa.
Melalui pelaksanaan Nyadran di Sendang mbah Putri Dusun Ngantru, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan leluhur, tetapi juga mengingat pentingnya menjaga sumber mata air sebagai penopang kehidupan. Sendang yang menjadi pusat kegiatan merupakan simbol sumber kehidupan yang harus dirawat bersama agar tetap memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun yang akan datang.
Masyarakat berharap kegiatan Bersih Dusun Ngantru dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana memperkuat persaudaraan, melestarikan budaya, serta memohon keselamatan dan keberkahan bagi seluruh warga. Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan mampu menjadi modal sosial untuk mewujudkan Dusun Ngantru yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera tanpa meninggalkan akar budaya yang dimilikinya.