ngawi-ngawi.desa.id- Desa Ngawi kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian rutin sebagai salah satu agenda pembinaan spiritual masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Ngawi(4/4). Acara dimulai pada pukul 15.30 WIB , kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Pengajian rutin ini menjadi salah satu wadah untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari Ketua TP PKK Desa Ngawi, ibu Sukarelawati, pengurus Perpustakaan CERPIN Desa Ngawi, ibu adinda, serta jamaah dari lima dusun se-Desa Ngawi. Total peserta mencapai 40 orang, menunjukkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan yang telah menjadi tradisi positif di desa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan resmi oleh panitia, dilanjutkan pembacaan doa memohon kelancaran dan keberkahan acara. Suasana aula tampak hangat dan penuh semangat ukhuwah ketika para peserta mulai memenuhi tempat duduk yang telah disiapkan. Setiap peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara, terlebih karena tema pengajian kali ini sangat relevan dengan suasana pasca bulan suci Ramadhan.
Tausiyah utama disampaikan oleh Ustadz Ihwani, yang diundang khusus untuk memberikan siraman rohani kepada masyarakat. Dalam ceramahnya, beliau mengangkat tema “Halal Bihalal dan Keutamaan Ibadah Pasca Ramadhan”, mengingat momen tersebut masih dalam suasana Syawal, bulan yang identik dengan saling memaafkan dan memperkuat silaturahmi.
Ustadz Ihwani menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi budaya, melainkan memiliki makna mendalam dalam ajaran Islam. Melalui halal bihalal, seseorang diajak untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan sosial, serta membersihkan hati dari prasangka yang dapat memutus tali silaturahmi. Beliau menegaskan bahwa hati yang bersih merupakan syarat hadirnya keberkahan dalam kehidupan seorang muslim.
Selain membahas makna halal bihalal, Ustadz Ihwani juga menekankan pentingnya istiqamah dalam beribadah setelah Ramadhan. Ia mengingatkan bahwa ibadah bukan hanya dilakukan selama satu bulan, tetapi perlu dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Amalan seperti menjaga shalat lima waktu, meningkatkan dzikir, memperbanyak sedekah, puasa-puasa sunah dan menjaga hubungan baik dengan sesama adalah cerminan dari pribadi seorang muslim yang bertakwa.
Beliau juga mengajak jamaah untuk menjaga suasana spiritual yang telah terbentuk selama Ramadhan. “Jadikan kebiasaan baik yang telah dibangun di bulan suci sebagai bekal kita menapaki bulan-bulan berikutnya,” ujar beliau. Ustadz Ihwani menegaskan bahwa keberhasilan Ramadhan bukan hanya dilihat dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi dari perubahan perilaku ke arah yang lebih baik setelah bulan tersebut berlalu.
Suasana pengajian semakin hidup ketika Ustadz Ihwani memberikan contoh-contoh sederhana amalan yang bisa diterapkan sehari-hari, seperti menjaga lisan, menolong sesama, serta mempererat hubungan keluarga. Jamaah terlihat menyimak dengan seksama, beberapa bahkan mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Acara pengajian rutin ini kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga Desa Ngawi. Para peserta tampak puas dan merasa mendapatkan pencerahan, baik secara spiritual maupun sosial. Kegiatan berakhir dengan ramah tamah sederhana, menjadi momen yang memperkuat kebersamaan antarwarga.
Dengan terselenggaranya pengajian rutin tersebut, diharapkan masyarakat Desa Ngawi semakin memahami nilai penting halal bihalal serta mampu menjaga semangat ibadah yang telah dibangun selama Ramadhan. Kegiatan ini juga diharapkan terus menjadi agenda rutin yang memberi dampak positif bagi kehidupan beragama di Desa Ngawi.