You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Ngawi
Desa Ngawi

Kec. Ngawi, Kab. Ngawi, Provinsi Jawa Timur

SELAMAT DATANG DI DESA NGAWI KECAMATAN NGAWI KABUPATEN NGAWI

Mengulik Pesan dari Pertunjukan Wayang di Bersih Dusun Banjar

N 03 Juni 2026 Dibaca 90 Kali
Mengulik Pesan dari Pertunjukan Wayang di Bersih Dusun Banjar

ngawi-ngawi.desa.id- Dusun Banjar, Desa Ngawi, menggelar kegiatan Bersih Dusun pada Selasa kemarin. (2/6) Kegiatan yang dilaksanakan di Balai Dusun Banjar ini berlangsung meriah dan penuh khidmat dengan dukungan dana yang berasal dari swadaya masyarakat. Tradisi tahunan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus ungkapan rasa syukur atas limpahan berkah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

Rangkaian acara dimulai pada pagi hari dengan kenduri dan doa bersama di makam Dusun Banjar serta makam yang berada di Dukuh Puan Dusun Banjar. Kegiatan tersebut diikuti oleh warga dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa dalam membangun dan menjaga kehidupan masyarakat dusun.

Prosesi doa dipimpin oleh Modin Desa Ngawi, Bapak Mujiono. Dalam doa yang dipanjatkan, seluruh warga memohon keselamatan, kesehatan, ketenteraman, serta keberkahan bagi masyarakat Dusun Banjar dan Desa Ngawi secara keseluruhan. Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa selama kegiatan berlangsung.

Dalam budaya Jawa, tradisi Bersih Dusun memiliki makna yang sangat mendalam. Tradisi ini bukan hanya bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah membuka dan membangun wilayah permukiman, tetapi juga sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi, kesehatan, keamanan, serta kerukunan yang dirasakan masyarakat selama setahun terakhir. Melalui doa bersama, masyarakat memohon agar kehidupan di Dusun Banjar senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan.

Pagelaran wayang kulit yang menjadi puncak acara berlangsung hingga larut malam dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga tampak memenuhi area pertunjukan untuk menyaksikan jalannya cerita yang sarat dengan pesan moral. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dusun Banjar, Ibu Mugiarti. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan Bersih Dusun. Beliau juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, semangat kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya Jawa sebagai identitas bangsa.

Kehadiran warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para sesepuh dusun, menunjukkan bahwa semangat pelestarian budaya masih terjaga dengan baik. Generasi muda pun diajak untuk mengenal dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Bersih Dusun sehingga warisan budaya tersebut tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Ngawi, Bapak Eko Budi Sudarmanto, beserta jajaran perangkat desa. Kehadiran pemerintah desa menunjukkan dukungan terhadap upaya masyarakat dalam melestarikan tradisi dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Pertunjukan wayang kulit dibawakan oleh seorang Dalang , Ki Mudo Karsono dengan lakon "Semar Maneges". Lantunan gamelan yang mengiringi pertunjukan menambah semarak suasana, sekaligus menghadirkan nuansa khas budaya Jawa yang sarat nilai filosofi dan tuntunan kehidupan.

Lakon Semar Maneges mengandung pesan mendalam tentang ketegasan dalam menegakkan kebenaran, kejujuran, dan kebijaksanaan. Sosok Semar digambarkan sebagai pamomong yang tidak hanya memberi nasihat, tetapi juga berani bertindak tegas ketika nilai-nilai kebaikan mulai ditinggalkan. Filosofi ini mengajarkan bahwa seorang pemimpin maupun masyarakat hendaknya memiliki hati yang lembut, namun tetap tegas dalam menjaga kebenaran dan keadilan.

Melalui kegiatan Bersih Dusun Banjar, masyarakat tidak hanya mengungkapkan rasa syukur atas segala nikmat yang diterima, tetapi juga berupaya nguri-uri budaya Jawa agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan Jawa, "Wayang iku wewayanganing urip", yang berarti wayang merupakan cerminan kehidupan manusia. Dari setiap tokoh dan cerita wayang, masyarakat dapat memetik pelajaran tentang budi pekerti, kepemimpinan, kesabaran, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image